Pernahkah kamu mendengar nasihat seperti ini?
"Jangan mandi malam, nanti kena rematik."
Kalimat tersebut mungkin sudah tidak asing lagi bagi banyak orang Indonesia. Sejak kecil, tidak sedikit dari kita yang diingatkan orang tua atau kakek-nenek untuk menghindari mandi terlalu malam karena dipercaya dapat menyebabkan rematik.
Akibatnya, banyak orang akhirnya menganggap hubungan antara mandi malam dan rematik sebagai fakta medis.
Namun, benarkah demikian?
Sampai saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mandi malam dapat menyebabkan rematik. Meskipun begitu, anggapan ini tetap bertahan dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Lalu, mengapa mitos tersebut bisa muncul? Mengapa sebagian orang justru merasa nyeri sendinya bertambah saat terkena udara dingin atau mandi pada malam hari?
Untuk memahaminya, kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa yang sebenarnya dimaksud dengan "rematik".
Apa Sebenarnya yang Dimaksud dengan Rematik?
Di masyarakat, istilah rematik sering digunakan untuk menyebut hampir semua keluhan nyeri pada sendi.
Misalnya, ketika lutut terasa sakit, jari tangan kaku, atau pinggang pegal saat cuaca dingin, tidak sedikit orang yang langsung mengatakan bahwa dirinya sedang mengalami rematik.
Padahal, dalam dunia medis, rematik bukanlah nama satu penyakit tertentu.
Istilah rematik atau rheumatic disease merupakan sebutan untuk sekelompok penyakit yang menyerang sendi, otot, tulang, maupun jaringan ikat. Penyebabnya pun sangat beragam.
Beberapa penyakit yang termasuk dalam kelompok rematik antara lain:
- Rheumatoid arthritis, yaitu penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada sendi.
- Osteoarthritis, yang terjadi akibat proses penuaan atau kerusakan tulang rawan sendi.
- Gout (asam urat), yang disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat pada sendi.
- Lupus, penyakit autoimun yang juga dapat menyerang persendian.
Artinya, ketika seseorang mengatakan dirinya "kena rematik", penyebabnya belum tentu sama dengan orang lain.
Karena itulah, menyimpulkan bahwa mandi malam merupakan penyebab rematik sebenarnya kurang tepat.
Lalu, Apa Penyebab Rematik?
Penyebab rematik bergantung pada jenis penyakitnya.
Sebagai contoh, rheumatoid arthritis terjadi karena sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan sendi yang sehat. Hingga kini, penyebab pastinya belum diketahui, tetapi faktor genetik, jenis kelamin, kebiasaan merokok, dan lingkungan diduga turut berperan.
Sementara itu, osteoarthritis, yang merupakan jenis radang sendi paling sering ditemukan, lebih banyak dipengaruhi oleh bertambahnya usia, kelebihan berat badan, cedera pada sendi, atau penggunaan sendi secara berulang dalam waktu lama.
Sedangkan pada gout, penyebab utamanya adalah kadar asam urat yang tinggi sehingga membentuk kristal di dalam sendi dan menimbulkan nyeri hebat.
Jika diperhatikan, tidak ada satu pun penyebab tersebut yang menyebut mandi malam sebagai faktor risiko.
Inilah alasan mengapa para ahli hingga saat ini tidak memasukkan kebiasaan mandi malam sebagai penyebab rematik.
Mengapa Mitos Ini Masih Dipercaya?
Kalau memang tidak menyebabkan rematik, mengapa banyak orang merasa nyeri sendinya bertambah saat mandi malam atau ketika cuaca dingin?
Jawabannya terletak pada perbedaan antara menyebabkan penyakit dan memicu munculnya gejala.
Pada sebagian orang yang memang sudah memiliki gangguan sendi, paparan suhu dingin dapat membuat sendi terasa lebih kaku atau nyeri. Namun, kondisi tersebut bukan berarti suhu dingin menciptakan penyakit rematik, melainkan hanya membuat gejalanya terasa lebih jelas.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa sebagian penderita radang sendi melaporkan keluhan mereka lebih sering muncul saat cuaca dingin atau lembap. Meski demikian, hingga saat ini hubungan tersebut masih terus diteliti dan belum sepenuhnya dipahami.
Artinya, seseorang yang sehat tidak akan tiba-tiba mengalami rematik hanya karena mandi pada malam hari.
Air Dingin Memang Bisa Membuat Tubuh Terasa Lebih Kaku
Pernah merasa tubuh sedikit menggigil atau otot terasa lebih tegang saat terkena air dingin?
Itu merupakan respons tubuh yang normal.
Ketika suhu lingkungan menurun, pembuluh darah di dekat permukaan kulit akan menyempit untuk membantu mempertahankan suhu tubuh. Pada saat yang sama, otot juga dapat berkontraksi sehingga tubuh terasa lebih kaku.
Pada orang yang memiliki penyakit sendi tertentu, kondisi ini dapat membuat rasa nyeri menjadi lebih terasa untuk sementara waktu.
Namun sekali lagi, rasa kaku tersebut berbeda dengan rematik, dan tidak berarti air dingin telah menyebabkan kerusakan pada sendi.
Jadi, Apakah Orang yang Memiliki Rematik Boleh Mandi Malam?
Jawabannya, boleh, selama kondisi tubuh memungkinkan dan tidak ada anjuran khusus dari dokter.
Bagi penderita rematik, mandi malam bukanlah sesuatu yang dilarang. Namun, sebagian orang mungkin merasa lebih nyaman menggunakan air hangat dibandingkan air yang terlalu dingin, terutama ketika sendi sedang terasa kaku atau nyeri.
Air hangat dapat membantu merilekskan otot, meningkatkan aliran darah ke jaringan di sekitarnya, serta mengurangi rasa kaku pada persendian. Karena itulah, banyak penderita radang sendi merasa lebih nyaman setelah mandi air hangat atau mengompres area yang nyeri dengan kompres hangat.
Sebaliknya, jika mandi menggunakan air yang sangat dingin membuat tubuh terasa tidak nyaman, tidak ada salahnya memilih suhu air yang lebih hangat.
Yang terpenting adalah mandi malam tidak menyebabkan rematik, melainkan hanya dapat memengaruhi kenyamanan pada sebagian orang yang memang sudah memiliki gangguan sendi.
Mengapa Ada Orang yang Merasa Nyeri Sendi Bertambah Saat Cuaca Dingin?
Pertanyaan ini masih sering menjadi bahan penelitian.
Beberapa studi menunjukkan bahwa sebagian penderita radang sendi memang melaporkan gejalanya terasa lebih berat ketika cuaca dingin atau kelembapan udara meningkat. Namun, hasil penelitian belum sepenuhnya konsisten, sehingga para ahli belum dapat memastikan penyebab pastinya.
Ada beberapa dugaan yang menjelaskan kondisi tersebut.
Salah satunya adalah suhu dingin dapat menyebabkan otot dan jaringan di sekitar sendi menjadi lebih tegang sehingga sendi terasa lebih kaku. Selain itu, perubahan tekanan udara juga diduga memengaruhi jaringan di sekitar persendian pada sebagian orang.
Meskipun demikian, kondisi tersebut berbeda dengan penyebab penyakit rematik itu sendiri.
Dengan kata lain, cuaca dingin mungkin membuat gejala lebih terasa pada orang yang sudah memiliki penyakit sendi, tetapi tidak menyebabkan seseorang yang sehat tiba-tiba mengalami rematik.
Jadi, Bolehkah Mandi Malam?
Tentu saja boleh.
Selama menggunakan air yang bersih dan memperhatikan kondisi tubuh, mandi malam merupakan kebiasaan yang aman bagi kebanyakan orang.
Bahkan, bagi sebagian orang, mandi pada malam hari dapat memberikan rasa segar setelah beraktivitas seharian, membantu membersihkan tubuh dari keringat dan debu, serta membuat tubuh lebih rileks sebelum tidur.
Namun, ada beberapa hal yang tetap perlu diperhatikan:
- Hindari mandi dengan air yang terlalu dingin jika membuat tubuh menggigil atau tidak nyaman.
- Segera keringkan tubuh setelah mandi agar tidak merasa kedinginan terlalu lama.
- Gunakan pakaian yang hangat jika suhu lingkungan sedang rendah.
- Jika sedang sakit atau memiliki kondisi medis tertentu, sesuaikan dengan anjuran dokter.
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, mandi malam tetap dapat dilakukan tanpa perlu khawatir akan menyebabkan rematik.
Kapan Nyeri Sendi Perlu Diperiksakan ke Dokter?
Nyeri sendi sesekali, misalnya setelah aktivitas berat atau olahraga, umumnya akan membaik dengan istirahat.
Namun, jangan menganggap semua nyeri sendi sebagai hal yang biasa.
Segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila mengalami:
- Nyeri sendi yang berlangsung lebih dari beberapa minggu.
- Sendi tampak bengkak, merah, atau terasa hangat.
- Sulit menggerakkan sendi karena nyeri.
- Nyeri yang semakin berat meskipun sudah beristirahat.
- Demam yang disertai nyeri sendi.
- Keluhan yang mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebabnya, karena setiap jenis penyakit sendi memiliki penanganan yang berbeda.
Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Sendi?
Meskipun mandi malam bukan penyebab rematik, menjaga kesehatan sendi tetap penting agar dapat beraktivitas dengan nyaman hingga usia lanjut.
Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
1. Tetap Aktif Bergerak
Olahraga ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang membantu menjaga kekuatan otot yang menopang sendi.
2. Menjaga Berat Badan Ideal
Berat badan berlebih memberikan tekanan yang lebih besar pada sendi, terutama lutut dan pinggul.
3. Mengonsumsi Makanan Bergizi Seimbang
Penuhi kebutuhan protein, buah, sayur, biji-bijian, dan lemak sehat untuk membantu menjaga kesehatan tulang dan sendi.
4. Hindari Merokok
Merokok diketahui dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk beberapa jenis penyakit rematik seperti rheumatoid arthritis.
5. Periksakan Diri Jika Keluhan Tidak Membaik
Semakin cepat penyebab nyeri sendi diketahui, semakin baik pula peluang untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Nasihat untuk tidak mandi malam karena takut rematik memang sudah lama dikenal di masyarakat. Namun, berdasarkan bukti ilmiah yang ada hingga saat ini, tidak terdapat hubungan langsung antara mandi malam dan munculnya penyakit rematik.
Yang sering terjadi adalah suhu dingin dapat membuat otot terasa lebih tegang atau memperberat rasa kaku pada sebagian orang yang memang sudah memiliki gangguan sendi. Kondisi ini berbeda dengan penyebab rematik itu sendiri, yang umumnya berkaitan dengan faktor autoimun, proses penuaan, genetik, atau kondisi medis lainnya.
Karena itu, tidak perlu takut mandi malam hanya karena khawatir akan terkena rematik. Yang lebih penting adalah menjaga pola hidup sehat, tetap aktif bergerak, mempertahankan berat badan ideal, dan segera memeriksakan diri apabila mengalami nyeri sendi yang menetap atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan.
Memahami perbedaan antara mitos dan fakta membantu kita mengambil keputusan yang lebih tepat dalam menjaga kesehatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar